Yaa Ghaniy, Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya

202

Oleh : Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I., Da’i Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor.

Kita kadang minta bantuan kepada seseorang yang kita anggap kaya atau malah kaya raya. Namun, kekecewaan datang karena tidak memberikan bantuan yang kita harapkan. Karena beliau beralasan sedang ada keperluan yang jauh lebih besar lagi dari kita. Kitapun kecewa dan berduka raya.

Ada juga pejabat, bisnisman, orang super sibuk, bahkan katanya konglomerat. Tapi kok masih saja tidak merasa cukup, masih berbuat korup, mengambil yang bukan haknya, bahkan milik rakyat. Mobil, rekening, kartu kredit, investasi… dan segudang kekayaan yang dimiliki tak membuatnya kaya. Ini dibuktikan dengan tak mau berbagi dengan sesama.

Maka, sesungguhnya ia adalah orang yang miskin, sebab tidak pernah merasa cukup dengan pemberian Allah. “Kaya hati,” begitu kuncinya menurut Nabi kita tercinta, Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bahwa kekayaan yang sesungguhnya ada di dalam hati.

Seorang Abdurrahman bin ‘Auf, yang konon kekayaannya meliputu sepertiga jazirah Arab. Namun karena “kaya hati”, semua kekayaannya itu pun ia bagikan, habiskan, untuk perjuangan di jalan Allah, membantu fakir miskin, memodali para dhuafa dalam berkarya, menghutangi orang-orang yang memerlukan dengan membebaskannya, di samping tentu kewajiban nafkah keluarganya. Namun kekayaannya tidak ada habisnya, karena datang dari Allah Yang Maha Kaya Raya, Al-Ghaniy…

Jika kita ingin kaya dengan tetap menjaga kaya hati, maka kita tidak perlu meminta-minta pada orang yang dianggap kaya raya itu. Namun mintalah langsung direct kepada Allah Yang Maha kaya raya…. Maha kaya raaya di atas segala-galana.. Dengan menyebut nama-Nya, asmaaul husna, “Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy…..”. (Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya….).

لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Atinya : “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar benar Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S. All-Hajj: 64).

Pada ayat lain dikatakan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ {} إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ {} وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

Artinya : “Hai manusia, kamulah yang membutuhkan kepada Allah dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (Q.S. Fathir: 15-17).

Semoga dengan itu berbagilah kekayaan Allah itu kepada kita, untuk melunasi hutang-hutang kita, untuk memenuhi keperluan kita, untuk berbagi lagi dengan sesama…. Dan puncaknya untuk juang di jalan Allah.

Tapi itu semua bukan janji, kampanye tebar pesona, karena Allah tak butuh janji kita… namun begitu ada sedikit yang berbagi sedikit. Ada agak banyak ya berbagi agak banyak. Semakin banyak ya semakin banyak berbagi… sehingga kita benar-benar menjadi orang yang kaya raya… berhati kaya raya….

“Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy…..”. (Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya….).

Sebab, kalau kekayaan itu berada di tangan orang yang ingkar, orang kafir, munafiq, fajir, fasad, tentu kekayaannya untuk maksiat. Tapi jika di tangan orang beriman tentu untuk manfaat, maslahat dan jihad.

“Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy….. Yaa Ghaniy…..”. (Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya…. Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya….).

Aamiin… yaa robbal ‘aalamiin…

By : Afta

www.alifarkhantsani.com

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.