Wahai Remaja Muslimah, Demi Kehormatanmu, Tutuplah Auratmu

263

Oleh: Ali Farkhan Tsani*

Ini merupakan risalah kasih, tulisan cinta, surat kebaikan, dari orang tua kepada puteri-puterinya yang telah mulai menginjak usia remaja Muslimah.

Wahai ramaja puteri orang-orang beriman,…..

Ingatlah akan firman Allah yang terdapat di dalam Surat Al-Ahzab ayat 59 :

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 59).

Adapun maksud ayat ini adalah seperti dijelaskan oleh Imam At-Thabari bahwa wanita yang beragama Islam atau Muslimah janganlah menyerupai wanita-wanita lain dalam cara berpakaiannya yaitu dengan membiarkan rambut dan wajah terbuka, melainkan tutup semua itu dengan jilbab.

Imam Ibnu Katsir menagaskan bahwa melalui ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyampaikan kepada Nabi-Nya agar memerintahkan kepada semua wanita muslimah supaya menjaga kehormatan mereka, dan agar mereka berbeda dengan cara berpakaiannya wanita jahiliyyah, yaitu hendaklah wanita muslimat menggunakan jilbab.

Disebutkan di dalam sebuah hadits bahwa pernah suatu ketika Asma’ puterinya Abu Bakar, saat itu Asma’ masih remaja, masuk ke tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggunakan pakaian yang menampak samar-samar bayang-bayang kulit di bawahnya. Maka Nabi berpaling darinya sambil bersabda, yang artinya: “Wahai Asma’ sesungguhnya wanita itu jika sudah haidh tidak boleh nampak bagian tubuhnya kecuali ini dan ini, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi isyarat pada wajah dan tapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud).

Engkau tentu tidak mau dicampakkan ke dalam neraka jahannam akibat tidak memakai jilbab. Ingatlah akan peringatan nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang bersabda :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Artinya : “Ada dua kelompok manusia penghuni neraka yang belum pernah kulihat, yang pertama laki-laki yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang kerjanya memukuli manusia dengannya; yang kedua wanita yang berpakaian tetapi telanjang kalau jalan berlenggang-lenggok menggoda rambutnya seperti punuk unta, dua kelompok ini tidak masuk Syurga dan tidak bisa mencium bau Syurga, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian (jarak yang amat jauh)”. (H.R. Muslim).

Hendaklah engkau mengulurkan jilbabmu, engkaupun cantik dunia akhirat.
Wahai remaja Muslimah, orang-orang beriman,…..

Sekarang, ingatlah pula akan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terdapat di dalam Surat An-Nuur ayat 31 :

….. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…..,”. (Q.S. An-Nuur [24]: 31).

Ibunda orang-orang beriman, ‘Aisyah Radiyallahu ‘Anha dulu pernah menyampaikan tentang ayat ini, “Semoga Allah merahmati kepada wanita-wanita yang hijrah pertama, tatkala Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: ”Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya”. Mereka lantas merobek kain tak berjahit yang mereka kenakan saat itu, lalu mereka berkerudung dengannya. Lalu mereka pun merobek sarung-sarung mereka dari pinggir, kemudian berkerudung dengannya”.

Engkau tidak perlu merobek-robek kain atau sarung yang ada, atau pinjam kepada yang lain, cukup ibu yang membelikan untukmu jilbab itu, kerudung itu, kau pun semakin cantik dunia akhirat.

Dahulu, seperti dikisahkan oleh oleh Ummu Athiyah Radiyallahu ‘Anha beliau, “Rasulullah memerintahkan kami agar keluar pada hari ‘idul Fithri maupun ‘idul Adha, baik para gadis yang menginjak aqil baligh, wanita-wanita yang sedang haid maupun wanita-wanita pingitan.

Wanita-wanita yang haid tetap meninggalkan shalat. Namun mereka dapat menyaksikan kebaikan (mendengarkan nasihat) dan dakwah kaum muslimin. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, salah seorang dari kami ada yang tidak memiliki jilbab?” Beliau menjawab, “Kalau begitu hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya (agar ia keluar dengan berjilbab)!” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Karena itulah, Wahai remaja puteri orang-orang beriman,…..

Hendaklah engkau menutupkan kain kerudung. Tentu memang harus muncul dari sanubari kesadaran sendiri, bukan karena yang lain. Tetapi inilah kewajiban orang tua mengajak remaja Muslimah, dalam kebaikan, di jalan menuju syurga.
Di akhirat, wahai remaja Muslimah. Ibu, Bapak, Umi, Abi, Mama, Ayah kalian…… tidak dapat menolongmu sedikitpun……

Nikmatilah perintah Allah itu dengan imanmu. Sehingga dengan iman itu menjadi indah dalam jiwamu, menuntunmu ke jalan yang lurus.

Seperti untaian firman-Nya :

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Artinya: “Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”. (Q.S. Al-Hujurat [49]: 7).

Ibu, Bapak, Umi, Abi, Mama, Ayah…… Hanya dapat mengalunkan doa :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya : “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ashshaffaat : 100).

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya : “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Furqan [25]: 74). Aamiin. (Sumber: Mirajnews.com)

*Penulis, Pengasuh Lembaga Tahfidz Al-Quran Ar-Razzaq Depok, Jabar, Da’i Pesantren Al-Fatah Bogor, Jabar. Penulis dapat dihubungi melalui: [email protected] atau PH/WA: 082221427842

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.