Ulama Pewaris Para Nabi Makin Sedikit…

160

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Da’i/Muballigh

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

Artinya: “Ulama adalah pewaris para nabi.” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda Radhiallahu ‘Anhu).

Para ulama kini semakin langka, generasi muda yang ingin menjadi ulama pun semakin sedikit, anak-anak yang bercita-cita untuk menjadi ulama pun semakin jarang.

Cobalah kita tanyakan kepada anak-anak untuk menyebutkan nama-nama tokoh ulama dan tanya pula nama-nama artis dunia. Mungkin mereka banyak hafal nama-nama selebritis itu. Tidak serta-merta kita salahkan generasi masa depan itu. Akan tetapi akan lebih pada koreksi diri, sejauh mana kita mengenalkan para tokoh pejuang Islam itu kepada mereka? Dan sejauh mana kita mempersiapkan kaderisasinya…..

Skitar 2-3 tahun lalu bermimpi mengkader, dimulai dari anak2 sendiri utk mengajar Tahfidz Quran di negeri jiran. Alhamdulillah, tahadduts bini’mah, 1 putri dan 1 putra sy, yg sdh slsai hafidz, smoga Allah selalu menjaga mereka, kini sudah mengajar Tahfidz Quran di salah satu sekolah menengah di Malaysia.

Setahun lalu saya bermimpi lg ingin mempunyai Pesantren Tahfidz ada di kampung untuk mendidik generasi ulama masa depan, dalam jangka waktu 16 th program. Dg tahapan 6 th I (usia SD): Hafidz Al-Quran, 3 th II (usia SMP): Hafidz Hadits2 Pilihan, dan 3 th III (Kemampuan berceramah dlm 3 bhs int’l Ind, Arab Ing + mengusai kemampuan dakwah internet spt penulisan berita, artikel, webs, dan medsos serta skill individu (smacam kemampuan home industry). Shg selsai usia SMA/sederajat bs berdakwah di seluruh nusantara dalam dan luar negeri.

Alhamdulillah tahadduts bini’mah lg, Allah kabulkan akhir th lalu ada ber-‘jodoh’ dg warga di sebuah kampung di Jateng yg punya harapan sama. Maka dimulailah, dg Tahap I : 40 santri, dan 4 guru muda. Putera ke-2 saya dan menantu pun sy kirim utk mengelolanya. 3 bln berjalan alhamdulillah, sdh ada yg mulai hafal juz 30, dan juz 29. Teruslah bergerak maju. Terima kasih buat para muhsinin/donatur yg bersedia menguatkan, terutama utk guru2 tahfidzx. Skedar utk kebutuhan hidup agar lebih fokus. Dan itu saham terbesar di akhirat kelak, utk melahirkan generasi Hafidz Quran. Smoga Allah balas dg kebaikan dan keberkahan berlipat ganda.

Ternyata memang benar, kalau kita bermimpi (bercita2) baik, dan dikerjakan, Allah memberi jalannya. Hanya kadang kita saja yang ‘kurang’ bermimpi baik dan ‘enggan’ mengerjaknnya… afwan

Kali ini di awal th ini, sedang bermimpi lagi: ingin mempunyai lembaga serupa tp dlm bentuk lebih soft, modern dan di tengah kota, syukur ibukota. Semacam Tahfidz Quran College utk generasi muda usia SMP-SMA-Mahasiwa. Mereka tetap sekolah di sekolah2 umum/negeri/swasta dg berbagai jurusan, dan kuliah dengan berbagai jurusan pula. Kmudian mengikuti program College ini sepekan 2-3 kali, dg target: Pemahaman Al-Islam secara Kaaffah, Ibadah yang shahih, akhlaqul karimah, dan Hafal Surat2 dan ayat2 Pilihan, serta kemampuan berceramah dlm 2 bahasa (ind dan eng) jg mampu menulis di media/webs/online 2 bhs.

Juga membuka kelas ibu2 dan bapak2 kelas Tahfidz Quran Extention. Seperti orang2 tua bahkan nenek/kakek di Jalur Gaza pun bisa melakukannya. Sy dg izin Allah pernah berguru kpd Syaikh Dr Abdurrahman Al-Jamal, Pimp Ma’had Tahfidz Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza, dan beliau menyebutkan Tahfidz Quran itu untuk semua kalangan, mulai dari usia TK (Taman Kanak2) hingga TK (Taman Kawak2- ini istilah saya aja…..).

Utk para siswa SMP/SMA, diharapkan mereka kelak menjadi sarjana, intelektual, ilmuwan, ahli/pakar dlm bidang tertentu, dokter, apoteker, ekonom, bisnisman, pejabat, yang paham dan mengamalkan Islam secara kaaffaah, dan fasih mengimami, bahkan mampu menjadi khatib Jumat, seperti yg pernah menjabat PM Palestina, Ismail Haniyya. Dia Perdana menteri tp jg Khatib dan Imam shalat. Serta saat kuliah di luar negeri, terutama di Eropa dan Barat sana, mampu mendakwahkan nila2 ajaran Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin…

Allah Maha Kaya, tawakkal bila perlu 1000 persen….. itu saja modalnya…. selanjutnya terserah Anda! Begitu kata iklan…. sebuah panggilan jiwa hakikatnya… Melanjutkan kaderisasi ulama2 pewaris Para Nabi itu…

Insya-Allah ‘jodoh2’ yg sevisi dan semisi itu ‘pasti’ akan berkumpul. Dg ilmunya, kemampuannya, tempatnya, finansialnya, jaringannya, keluarganya, kawan2nya, dll-nya.

Aamiin yaa mujibasssa’ilin…

Bumi-Allah, hujan Ahad pagi, 190217

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.