SEBAIK-BAIK WANITA PENGHUNI SURGA

140

Oleh: Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I., Da’i Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalla bersabda: “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, ‘Asiyah binti Muzahim isteri Fir’aun, dan Maryam binti ‘Imran.” (H.R. Ahmad).

Berikut secara serba singkat keutamaan mereka:

  1. Khadijah binti Khuwalid

Dialah istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sang Ummul Mukminin, ibunda bagi kaum mukmin. Pejuang Islam pertama yang selalu berdiri di sisi Rasulullah, baik di kala suka maupun duka, sampai Izrail menjemput ruhnya dengan berita yang indah, surga tempat kembalinya.

Khadijah merupakan wanita yang lahir dari keluarga yang kaya raya dan terpandang. Namun, berkat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, kecerdasan yang tinggi dan mampu menghindari dari hal-hal yang tercela, membuat dirinya dikenal sebagai Ath-Thahirah (wanita suci).

Sebagai seorang istri, sosok Khadijah tidak pernah lepas dari gambaran wanita yang setia, sebab ia rela mengorbankan harta, pikiran, jiwa dan raga bagi kepentingan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sekalipun ia harus menderita karenanya. Semua perjuangan itu menjadikan Khadijah sebagai salah satu wanita yang paling mulia di hadapan Allah.

2.Fatimah binti Muhammad

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Fatimah merupakan belahan jiwaku. Siapa yang menyakitinya, berarti ia telah menyakitiku.”

Fatimah merupakan wanita yang terpandang, bukan hanya sebab keturunannya, melainkan kemantapan agamanya pula. Fatimah mewarisi sifat mulia Rasulullah yalni: sabar, berakhlak mulia, dan cerdas sehingga membuatnya disegani oleh banyak kalangan, terutama oleh kaum Adam.

Namun, hanya Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu saja yang berhasil mendapatkan cinta sucinya. Dari keluarga mulia inilah, lahir dua sosok yang amat pemberani lagi bijaksana; Hasan Radiyallahu ‘Anhu dan Husein Radiyallahu ‘Anhu, cucu-cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang tercinta.

3. Maryam binti Imran

Maryam binti Imran merupakan wanita mulia yang lahir dari rahim Hannah binti Yaqudz. Ayahnya adalah seorang imam Masjid Aqsha yang terkenal akan kesholehannya. Sayang, Maryam harus rela ditinggalkan oleh sang ayah sebab ajal yang menjemputnya tiba-tiba. Sementara sang bunda, sudah mengikhlaskan anak semata wayangnya demi kepentingan agama dan menyerahkannya kepada Nabi Zakariya, pamannya, untuk dirawat dan dididik ilmu agama di Baitul Maqdis. Maka, dimulailah perjalanan hidup Maryam yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan.

Maryam tumbuh menjadi wanita suci dan tak pernah berani mendekati zina. Suatu ketika ia kedatangan seorang tamu pria. Pria itu berparas sempurna, membuat Maryam menjadi was-was dan terus mengingat-Nya. Ternyata, dia adalah malaikat Jibril yang diutus Allah untuk mengkaruniakan kepadanya seorang anak yang mulia dan bertugas untuk memperjuangkan agama Allah—Nabi Isa ‘Alaihissalam. Atas kekuasaan Allah, Maryam yang tak pernah tersentuh oleh lelaki bukan mahramnya bisa hamil dan melahirkan Nabi Isa.

4. Asiyah binti Muzahim

‘Asiyah adalah wanita berakhlak mulia yang harus menjadi istri dari seorang Fir’aun yang zhalim. Asiyah yang mendapat pentunjuk dari Allah, menemukan Nabi Musa ‘Alahissalam yang masih bayi di pinggiran sungai Nil. Sebab dirinya merindukan seorang anak, maka diangkatlah Nabi Musa menjadi anak dari Asiyah dan Firaun sebagai bapaknya.

Karena ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Nabi Musa menentang kezhaliman ayah angkatnya sendiri dan menyiarkan kebenaran tauhid yang sejati. Asiyah yang melihat kebenaran itu menjadi takjub dan beriman atas Allah sebagai Tuhannya dan Nabi Musa sebagai utusan-Nya. Tak peduli apa kata orang kala itu, Asiyah berkata apa adanya di hadapan sang tiran. Tentu saja, Fir’aun naik pitam dan menghukum Siti Asiyah dengan seberat-beratnya.

Namun, di tengah siksaan dunia yang kejam itu, para malaikat menaunginya dan Asiyah berdoa, “Ya Rabb, bangunkanlah sebuah rumah bagiku di sisi-Mu dalam surga.” Maka, seketika Allah memperlihatkan rumah baginya yang telah di sediakan. Sesaat sebelum para algojo membunuhnya, Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk membawa ruh Asiyah, sehingga ia tidak tersiksa lebih lama lagi.

Semoga wanit-wanita Muslimah pendamba surga saat ini, dapat mengikuti jejak2-jejak kebaikan mereka. Aamiin.

www.alifarkhantsani.com

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.