Pooja Kushwaha Gadis Hindu Guru Ngaji Quran

255

Oleh: Ali Farkhan Tsani*

Pooja Kushwaha (18 tahun), adalah seorang gadis India beragama Hindu berasal dari Agra, sebuah kota kuno di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Namun, walaupun beragama Hindu, Pooja, begitu akrab disapa, ternyata dapat membaca Al-Quran. Dan bukan hanya itu, ia pun kini mengajarkan anak-anak Muslim di sekitar rumahnya belajar mengaji Al-Quran, sesuai kaidah tajwid yang cukup baik.

Murid-murid dari gadis yang kini duduk di kelas XII sekolah menengah itu, kini berjumlah 45 anak, yang ia ajar sore hari seusai pulang sekolah.

Anak-anak asuhannya umumnya berasal dari keluarga tidak mampu, dan ia pun mengajari mereka membaca ayat-ayat kitab suci Al-Quran secara sukarela, gratis.

Dengan aksen bahasa Arabnya yang cukup fasih, orang tua dari dari anak-anak yang diajarinya pun ikut merasa senang.

Reshma Begum, ibu dari Alisha (5 tahun), salah satu murid Pooja, mengatakan, “Ini adalah sebuah keajaiban, untuk gadis langka seperti dia pada usia sangat muda. Saya sangat senang dengan dia sebagai guru mengaji Al-Quran anak saya. Walau dia beda agama, tapi itu hal lain di pikiran saya atau orang tua lain yang saya tahu.”

pooja-youtubeAwal Mengajar Quran

Mengapa sampai gadis Hindu ini bisa membaca dan mengajarkan Al-Quran pada anak-anak Muslim?

Ini berawal dari beberapa tahun yang lalu, ketika seorang guru Al-Quran dan Bahasa Arab, Sangeeta Begum, yang mengajar di wilayah itu, Agra.

Sangeeta yang lahir dari ayah Muslim dan ibu Hindu, mengadakan kursus kelas Al-Quran untuk anak-anak. Termasuk Pooja kala itu, walau bukan anak Muslim, mengikuti kursus tersebut.

Ia rupanya tertarik dengan bacaan Al-Quran yang diajarkan gurunya. Lalu, iapun rajin dan tekun menghadiri setiap pelajaran dari Sangeeta.

Bahkan, ia dengan cepat menjadi salah satu murid yang baik bacaan Al-Qurannya.

“Aku bisa membaca Al-Quran di depan semua anak-anak yang lain di kelasnya,” kata Pooja kepada Times of India, 5 September lalu.

Karena ada beberapa masalah pribadi, Sangeeta Begum pindah ke tempat lain dan tidak lagi mengajar Al-Quran di kelas anak-anak ngajinya.

Sebelum pergi, dia meminta kepada Pooja yang dianggap cukup baik dan cakap mengajar, untuk meneruskan ‘warisan’-nya.

“Dia berpesan kepada saya sebuah ajaran penting dalam Islam, bahwa tidak ada gunanya memperoleh pengetahuan jika tidak berbagi,” katanya.

Maka, sejak saat itu pula dirinya mencoba melanjutkan mengajar mengaji Al-Quran.

“Sebagian besar anak-anak Muslim di sini dari keluarga miskin. Mereka tidak punya uang untuk belajar, dan saya pun tidak ingin mereka berhenti belajar hanya karena tidak ada uang,” kisahnya.

Karena jumlah anak-anak yang terus bertambah banyak, sementara rumah orang tuanya menjadi terlalu kecil untuk menampung semua anak-anak. Maka, sesepuh masyarakat di wilayah itu menawarkan tempat untuk mengaji Al-Quran di sebuah kuil Hindu untuk dijadikan sebagai kelas.

“Anak-anak di sini berasal dari latar belakang kurang mampu, dan dapat memberikan pendidikan kepada mereka adalah suatu pekerjaan yang besar dan mulia. Saya bangga dengan anak saya,” kata ibunya, Rani Singh Kushwaha.

Dan dia pun tidak dipaksa oleh pemuka Islam di sana untuk memeluk agama Islam.

Salah satu pemimpin Muslim terkemuka di kota Agra, Haji Jamiluddin Qureshi (70 tahun), yang memimpin banyak forum sosial dan memiliki sekolah sendiri, mengatakan, “Ini sungguh membesarkan hati saya, bahwa ada contoh langka seperti dia di kota kami. Pooja adalah seorang guru yang mengajarkan membaca Al-Quran dengan baik. Soal agamanya tidak masalah asalkan dia mampu mengajarkan kitab suci Al-Quran ini dengan baik. Selain itu, Islam tidak keberatan bila ada umatnya yang belajar Bahasa Arab atau membaca Al-Quran dengan siapa pun.”

Sebuah proses belajar-mengajar atas dasar ilmu, kesukarelaan dan persaudaraan yang sangat menyentuh. Dan itu pula yang dirasakan Pooja Kushwaha gadis 18 tahun, bahwa mereka anak-anak di sekitarnya adalah, “saudara-saudaranya juga”. Subhaanallaah. (afta)

Sumber: mirajnews.com/id

afta*Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I., Da’i Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Alumni Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shana’a, Yaman

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.