Memperkuat Makna Tarbiyah

122

Oleh: Ali Farkhan Tsani*

Kata At-Tarbiyah berasal dari tiga akar kata :
1. Raba-yarbu-tarbiyah artinya berkembang.
2. Rabiya-yarba-tarbiyah artinya tumbuh.
3. Rabba-yarubbu-tarbiyah artinya memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga, memelihara, mendidik.

Tarbiyah dapat dimaknai sebagai proses transformasi ilmu dari pendidik (murabbi) kepada peserta didik (rabbani) disertai dengan upaya memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga, memelihara dan mendidik agar tumbuh dan berkembang ketakwaannya menjadi hamba-hamba Allah, Sang Rabbul ‘Aalamiin.

Ulama menyebutkan bahwa pemahaman istilah tarbiyah tertulis dalam istilah:

تَبْلِيغُ الشَّيئِ اِلَي كَمَالِهِ شَيأً فَشَيأً بِحَسْبِ اِسْتِعْدَادِهِ

Artinya: Proses menyampaikan sesuatu sampai apda batas kesempurnaan yang dilakukan tahap demi tahap sebatas pada kesanggupannya.

Berdasarkan hal itu, ada 5 (lima) kata kunci dalam melakukan proses Tarbiyah:

1. Menyampaikan (at-tabligh).

Pendidikan dipandang sebagai usaha penyampaian, pemindahan dan transformasi dari orang yang tahu (pendidik) pada orang yang tidak tahu (peserta didik) dan dari orang yang dewasa pada orang yang belum dewasa.

2. Sesuatu (al-asay).

Maksud dari sesuatu atau tujuan yang hendak dicapai. Biasanya tertuang dalam visi dan misi tarbiyah.

3. Sampai pada batas kesempurnaan (ila kamalihi).

Maksudnya adalah bahwa proses pendidikan itu berlangsung terus menerus tanpa henti, sehingga peserta didik memperoleh kesempurnaan ilmu, aqidah, ibadah, akhlaq, wawasan dan keterampilan, yanmg dianggap cukup untuk terjun ke pengabdian masyarakat dan dunia.

4. Tahap demi tahap (syay’ fa syay’).

Maksudnya transformasi ilmu dan nilai dilakukan dengan berjenjang menurut tingkat kedewasaan perserta didik, baik secara boilogis, psikologis, sosial, maupun spiritual.

5. Sebatas pada kesanggupannya (bi hasbi isti’ dadihi).

Maksudnya dalam proses transformasi pengetahuan dan nilai itu harus mengetahui tingkat peserta didik, baik dari sisi usia, kondisi fisik, psikis, sosial, ekonomi, minat, bakat dan sebagainya, agar dalam tarbiyah itu ia tidak mengalami kesulitan.

*Penulis, Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I,SQ. (Safiir al-Quds, syahadah dari Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shan’a, Yaman), Pendidik, Da’i, Penulis dan Jurnalis. Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842, atau email: [email protected] 

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.