Makin Panjang Umur Makin Banyak Amal Sholih Mestinya…

154

Oleh: Ali Farkhan Tsani (Afta), Da’i/Muballigh 

“Happy birthday to you…. Happy birthday to you…”.

“Selamat ulang tahun….. Selamat ulang tahun”.

“Semoga panjang umur….. mudah rezkinya, ….. dan seterusnya”.

Kita sering mendengar ucapan selamat ulang tahun pada tanggal kelahiran diiringi ucapan doa dan harapan semoga yang berulang tahun bertambah umurnya, dimudahkan rezkinya, dan seterusnya…. Pada pasangan tertentu juga acapkali diadakan semacam tasyakuran ulang tahun perak  (dua puluh lima tahun masa pernikahan) atau ulang tahun emas (lima puluh tahun pernikahan). Semacam rasa syukur atas prestasi yang telah mereka ukir, mempertahankan jenjang pernikahan di tengah gonjang-ganjing perselingkuhan dan kawin cerai sebagian masyarakat perkotaan.

Ada semacam anggapan bahwa panjang umur merupakan prestasi hidup tersendiri bagi seseorang. Satu sisi tentu memang bertambah pengalaman, semakin banyak mengenyam asam garam kehidupan, dan mungkin saja meningkat pandapatan atau harta yang dimilikinya. Padahal pada sisi yang lainnya, dengan Maha Adilnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa bukan panjang umur, pangkat pemerintahan, kedudukan jabatan, dan banyaknya harta atau ukuran materi lainnya. Akan tetapi takwa kepada-Nya itulah yang dijadikan standar kemuliaan seseorang di hadapan Tuhannya.

Allah Subhananhu Wa Ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat / 49 : 13).

Adapun bagi mereka yang mendapat karunia umur panjang, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan agar memperhatikan amal kebajikan dan ibadahnya selama ini. Sebagaimana Sabda beliau :

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya”. (HR At-Tirmidzi).

Hidup senantiasa di dalam kebaikan, gemar beramal shalih, berlomba dalam kebajikan, memberikan yang terbaik itulah yang seharusnya kita camkan di dalam dada iman kita masing-masing.

Sebagaimana dengan kasih sayang-Nya, Allah meminta kita untuk giat berlomba dalam kebaikan, melalui untaian ayat-ayat suci-Nya :

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah / 2 : 148).

Mari ber-fastabiqul khairat…

Astaghfirullaahal ‘adziim…

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.