Labbaik Allaahumma Labbaik, Aku Penuhi Panggilan-Mu, Aku Penuhi

151

Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I,SQ.*

Setelah melaksanakan ibadah utama shalat di Masjid Nabawi, ke Raudhah dan berziarah ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Maka, kita pun bersiap menuju Baitullah di Masjidil haram Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah Umrah atau Haji.

Miqat (batas) memulainya tentu dari tempat yang disebut dengan Birr ‘Aly, di situ ada Masjid Birr ‘Aly. Maka, setelah mandi, dan khusus bagi kaum laki-laki mengenakan kain ihram, maka niatkanlah dengan melafadzkannya:

لَبَّيْكَ أللهُمَّ عُمْرَةً 

LABBAIKA ALLAAHUMMA ‘UMROTAN

“Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah”

Setelah itu, maka sepanjang perjalanan dari Birr ‘Aly tempat memulainya/Miqat untuk berumrah menuju Makkah Al-Mukarramah, sepanjang sekitar 450 km, perbanyaklah mengucapkan Kalimat Talbiyyah:

Lafadz kalimat Talbiyyah itu adalah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،
لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ،
إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ
لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ.

Artinya : “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah,

Aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu.

Sesungguhnya puji dan ni’mat

adalah milik-Mu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagi-Mu”.

Kalimat “Labbaik” artinya aku penuhi penggilan-Mu. Begitulah karakteristik hamba Allah terhadap Tuhannya. Selalu berusaha memenuhi panggilan atau perintah Allah. Selalu siap, sami’na wa atho’na dalam menjawab setiap perintah Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 285 :

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآأُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya : “Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dari rasul-rasulNya’, dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa), ‘Ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Itulah konsekwensi dan konsistensi orang-orang beriman terhadap semua apa yang diturunkan oleh Allah dan dibawa oleh Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam, yang termaktub di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Bahwasanya mereka itu mendengar (sami’na) dengan maksud penerimaan, ketundukan dan kepatuhan. Dilanjutkan dengan penghambaan dan kethaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian diikuti dengan memohon pertolongan untuk melaksanakannya.

Adapaun dengan kain ihram putih yang sama, menandakan bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, pejabat dan rakyat. Semua memiliki derajat sama di hadapan Allah, kecuali takwanya.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : “….. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Al-Hujurat [49] : 13).

*Penulis, Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I,SQ. (Safiir Al-Quds, syahadah dari Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shan’a, Yaman), Da’i/Muballigh dan Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency). Tinggal di Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor. Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected] 

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.