Kesederhanaan Khalifah Umar bin Khattab (1)

210

Diulas Kembali Oleh: Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I,SQ.*

Sebagai seorang Khalifah, Pemimpin Tertinggi Umat Islam, yang kekuasaan wilayah Islam tumbuh dengan sangat pesat, Umar bin Khattab tetaplah Umar bin Khattab. Sosok yang tegas dalam keadilan, tapi sekaligus penyantun terhadap umat. Sosok yang adil terhadap non-Muslim sekalipun, juga terkenal hidup sederhana.

Islam pada masa kepemimpinannya, meliputi wilayah Mesopotamia (daerah-daerah antara Efrat dan Tigris, seperti Irak, Kuwait, dan Iran), sebagian Persia, Mesir, Palestina, Suriah, hingga kawasan Afrika Utara dan Armenia (wilayah Eropa-Asia).

Umar bin Khattab telah mampu membebaskan imperium besar kala itu, yaitu Persia dan Romawi. Wilayah Kekaisaran Persia meliputi kawasan Asia Barat, Asia Tengah hingga Kaukasus (daerah antara Eropa Timur dan Asia Barat).

Sementara Kekaisaran Romawi meliputi kawasan sekitar Laut Tengah (antara Eropa utara, Afrika selatan dan Asia Timur), dan beberapa daerah di  Eropa, Afrika, dan Asia.

Namun, luasnya wilayah dalam kekuasaan dan kepemimpinannya, tidak menjadikannya lantas bermegahan dan berlebihan dalam fasilitas yang menjadi haknya.

Banyak kisah yang menyebutkan kesederhanaan sang pemimpin umat ini, di antaranya ketika seorang Raja Hurmuzan datang dengan kebesaran dan kemegahannya. Dengan diikuti pemuka-pemuka terkenal dan seluruh anggota keluarganya. Raja Hurmuzan memasuki kota Madinah dengan menampilkan keagungan dan kemuliaan seorang raja. Perhiasan yang bertatah permata melekat di dahi. Sementara mantel sutra yang mewah menutupi pundaknya.

Sementara itu sebilah pedang bengkok dengan hiasan batu-batu mulia menggantung disabuknya.

Ia hendak bertemu dengan Sang Khalifah, pemimpin tertinggi umat manusia, yang juga mengusasi negerinya terdahulu Kekaisaran Persia.

Sang Raja pun bertanya melalui stafnya, di mana Amirul Mu’minin bertempat tinggal. Ia membayangkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab yang kemasyhurannya tersebar ke seluruh dunia, pasti tinggal di Istana yang sangat megah, dan dengan berbagai fasilitas melebihi dirinya.
Sesampai di kota Madinah, rombongan langsung menuju tempat kediaman Khalifah Umar. Tetapi mereka diberitahu bahwa Khalifah sudah pergi ke Masjid Nabawi sedang menerima delegasi dari negeri Kufah. Mereka pun bergegas ke Masjid Nabawi. Namun tidak juga bertemu Sang Khalifah.

Melihat rombongan kerajaan itu, anak-anak di Kota Madinah mengerti maksud kedatangan mereka. Lalu diberitahukan bahwa Amirul Mu’minin sedang tidur di beranda kanan masjid dengan menggunakan mantelnya sebagai bantal seorang diri. Dan, betapa terkejutnya Raja Hurmuzan, ketika ditunjukan bahwa ternyata Panglima Tertinggi Khalifah Umar adalah lelaki yang berpakaian sederhana sedang tertidur di Masjid nabawi itu. Raja Hurmuzan beserta rombongannya nyaris tak percaya, tetapi memang itulah kenyataannya.

Justru itu menimbulkan rasa kekaguman yang semakin mendalam pada diri Hurmuzan. Lalu ia pun mengatakan pada dirinya sendiri di depan seluruh stafnya, “Engkau, Wahai Khalifah Umar, telah memerintah dengan adil dan aman, dan engkau pun bisa tertidur dengan nyaman”.

*Penulis, Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I,SQ. (Safiir al-Quds, syahadah dari Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shan’a, Yaman), Da’i/Muballigh dan Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency). Tinggal di Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor. Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842, Twitter: @alifarkhantsani, FB/Instagram: Ali Farkhan Tsani,  atau email: [email protected] 

 

 

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.