JANGAN MENYERAH….

148

Oleh: Ustaz Afta

Bismillaah…
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholaatu wassalaamu ‘alaa anbiyaai walmursaliin wa’alaa aalihi washohbihi ajma’iin. Waba’du.

Sahabat-sahabatku yang insya-Allah dimuliakan Allah…..
Mengawali pagi yang cerah ini, marilah terlebih dahulu kita cerahkan jiwa, bersihkan hati, luruskan niat, awali dengan istighfar “astaghfirullaahal ‘adziim”. Seraya memohon ampun atas segala dosa yang telah kita lakukan.
Sepagi ini belum lagi memulai aktivitas kita telah berbuat dosa dengan menyiangkan waktu shalat, dengan melewatkan munajat di tengah malam, dengan melalaikan tadarus Al-Quran walau beberapa ayat……

Lalu, marilah kita melangkahkan kaki, mengayuh sepeda, menjalankan motor, menyetir mobil atau naik kendaraan. Dengan memohon kekuatan energi dari-Nya, “Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaah laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim”.
Kita tawakkalkan dan pasrahkan sepenuhnya kepada Allah atas apa yang kita kerjakan, tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Sahabat-sahabatku se-Islam…..
Acapkali kita seolah hendak menyerah menghadapi cobaan hidup ini, menghadapi musibah demi musibah, bahkan mau menyerah mendidik anak, membina rumah tangga, menghadapi problem pekerjaan dan lingkungan. Hingga hendak menyerah pada bujuk rayu syaitan dan segala kemaksiatan.

Padahal kita manusia sebagai makhluk termulia, Allah berikan hati untuk mengukur kebenaran, akal untuk memikirkan kebaikan-kebaikan, telinga untuk mendengarkan tausiyah, mata untuk melihat karunia ilahi, dan sebagainya.
Dan yang lebih hebat lagi adalah kita punya Allah yang Maha Kuat dan Maha Segalanya. Allah yang Maha Membantu, Maha Menolong dan Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.
Jadi, buat apa menyerah pada keadaan, menyerah pada situasi, menyerah pada kemaksiatan. Kalau menyerah pada Allah, ya itulah seharusnya.

Sahabat-sahabatku yang terhormat…..
Walaupun kita memang terus saja melampaui batas, terus saja seenaknya beribadah, selalu saja berbuat dosa, semangkin jauh dari Allah. Namun di dalam lubuk hati terdalam, canangkan tekad untuk jangan sampai menyerah apalagi putus asa dari rahmat Allah.
Sebab Allah sendiri menyebut di dalam ayat suci-Nya:

قُلۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥٣)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az Zumar [39]: 53).

Untuk itu, sahabat-sahabatku searah setujuan ridha Allah,…
Marilah kita kembali kepada rel jalan ilahi, tentu bahagia. Kita bertahap kembali memperibadati-Nya dengan baik, agar selamat dunia akhirat.

Mari, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik. Jangan menyerah.
Semoga Allah selalu membimbing kita di jalan yang diridhai-Nya. Aamiin. Astaghfirullaahal ‘adziim wal ‘afwu minkum.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Bogor, 16-3-17

BAGIKAN
Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits Yayasan Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) - Bogor. Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Media online dengan tiga bahasa Ind, Arab, Ingggris). Dapat Dihubungi melalui WA: 082221427842 atau email: [email protected]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.